Mampukah kita untuk percaya?

Yoh. 6:16-21.

Suatu kali mungkin kita pernah mengalami situasi sulit dalam hidup kita.

Kesulitan-kesulitan itu bisa menyangkut soal ekonomi, budaya, politik, agama dll.

Ada sebuah contoh seseorang mengalami kesulitan dalam hal ekonomi.

Saat itu dia sama sekali tidak mempunyai cadangan uang untuk menebus dari rumah sakit.

Keluarganya berkumpul membicarakan aneka kemungkinan, sampai kemungkinan menggadaikan sertifikat tanah.

Pada saat itu datang tamu.
Mendengar kondisi tersebut ia meminjamkan uang tanpa bunga untuk biaya rumah sakit.

Para murid menghadapi taufan di tengah danau. Mereka sibuk mengatur langkah kapal agar tidak karam. Di tengah ketidakpastian akan selamat dari taufan itu Sang Guru datang dan menyelamatkan mereka.

Hidup tidak pernah buntu sama sekali. Selalu ada jalan untuk lepas dari aneka macam kesulitan. Usaha dan harapan kita kadang diuji dengan situasi sulit tersebut. Ketika kita tekun berusaha dan mempunyai harapan yang kuat, pertolongan akan datang membebaskan kita.

Refleksi:
Bayangkan kesulitan yang pernah dialami. Apa yang akan kita lakukan ketika kesulitan menghimpit kita?

Mampukah kita percaya dan berdoa:
Tuhan semoga aku tekun dalam usaha dan kuat dalam pengharapan ketika kesulitan menerpa hidupku. Amin.

Motivasi:
Aku akan tetap berusaha mengatasi kesulitanku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s